Wednesday, April 19, 2017

25 nabi dan rasul dalam al quran

25 Nabi dan Rasul yang terdapat dalam Al-Quran.

Percaya kepada Nabi dan Rasul merupakan bagian dari rukun iman. Nabi yang diturunkan oleh Allah sangatlah banyak. Di dalam Al quran hanya 25 Nabi yang sering disebut.



“Kami telah mengutus beberapa utusan sebelum engkau, di antara mereka itu ada yang telah kami ceritakan kepadamu, dan ada pula yang tidak kami ceritakan kepadamu, dan ada pula yang tidak kami ceritakan kepadamu”. (Al-Mu’min: 40:78).

Apa perbedaan Nabi dan Rasul ?

Nabi adalah seorang laki-laki yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT tetapi tidak wajib menyebarluaskannya ke Umat.

Rasul adalah seorang laki-laki yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan wajib menyebarluaskannya ke Umat.

Jadi seorang Nabi belum tentu rasul tetapi seorang Rasul sudah pasti Nabi.

Di bawah ini merupakan para 25 Nama Nabi dan Rasul yang terdapat di dalam Al Quran : 
  1. Adam
  2. Idris
  3. Nuh
  4. Hud
  5. Shaleh
  6. Ibrahim
  7. Luth
  8. Ismail
  9. Ishaq
  10. Ya’qub
  11. Yusuf
  12. Ayyub
  13. Syu’aid
  14. Musa
  15. Harun
  16. Dzulkifli
  17. Dawud
  18. Sulaiman
  19. Ilyas
  20. Ilyasa
  21. Yunus
  22. Zakaria
  23. Yahya
  24. Isa
  25. Muhammad.
Dari 25 Nabi di atas adalah 5 Rasul yang mendapatkan gelar Ulul Azmi dari Allah SWT. Ulul Azmi diberikan kepada para Nabi dan Rasul yang mempunyai kesabaran dan ketabahan luar biasa.

Di bawah ini merupakan Nabi dan Rasul yang mendapatkan gelal Ulul Azmi :
  1. Nabi Nuh As
  2. Nabi Ibrahim As
  3. Nabi Musa As
  4. Nabis Isa As
  5. Nabi Muhammad SAW.
Tugas para Rasul adalah berdakwah kepada manusia agar memperbaiki masyarakat agar bertaqwa kepada Allah SWT.

Sifat-Sifat Wajib dan sifat mustahil yang harus dipunyai oleh para Rasul :


  1. Benar/Jujur dan tidak mungkin Suka bohong 
  2. Dapat dipercaya dan tidak mungkin khianat 
  3. Menyampaikan perintah dan larangan dan tidak mungkin menyembunyikan ajaran
  4. Cerdas dan tidak mungkin pelupa 
Allah SWT pun menurunkan Kitab Suci kepada Para Nabi dan rasul dibawah ini :

  1. Nabi Musa As

    Allah SWT menurunkan Kitab Suci Taurat kepada Nabi Musa As  Kitab Taurat berisi hukum-hukum syareat dan kepercayaan yang benar.

  2. Nabi Dawud As

    Allah SWT menurunkan wahyunya melalui Kitab Suci Zabur kepada Nabi Daud As. Kitab Zabur berisi do’a-do’a, dzikir, nasehat dan hikmah-hikmah; tidak ada di dalamnya hukum syareat, karena Nabi Dawud diperintahkan mengikuti syareat Nabi Musa a.s.

  3. Nabi Isa As

    Allah SWT menurunkan wahyunya melalui Kitab Suci Injil kepada Nabi Isa As. Kitab Injil erisi seruan kepada manusia agar bertauhid kepada Allah, menghapuskan sebagian dari hukum-hukum yang terdapat dalam kitab Taurat yang sudah tidak sesuai dengan zamannya.

  4. Nabi Muhammad SAW

    Allah SWT menurunkan wahyunya melalui Kitab Suci Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Kitab Al-Quran berisi syareat yang menghapuskan sebagian isi kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil, yang sudah tidak sesuai dengan zamannya.
Baca Juga

Wednesday, April 12, 2017

99 nama asmaul husna


99 Nama Asmaul Husna 
Oleh : Facebook Kurnia Tqn

Asmaul husna adalah nama-nama kebesaran Allah yang berjumlah 99. Mempelajari dan menghapalkan asmaul husna merupakan bagian dari tauhid dan akidah. Dan ini merupakan bagian dari rukun iman. Mempelajari asmaul husna dibarengkan dengan dzikir khafi tqn suryalaya maka akan membuat kualitas dzikir khafi menjadi lebih berkualitas.

Di bawah ini merupakan dalil mempelajari asmaul Husna :

“Allah memiliki 99 nama. Siapa yang ‘menghitungnya’ (ahshaha) akan masuk ke surga,” (HR Bukhari dan Muslim).

Ulama klasik menyebut tiga tingkatan makna untuk memahami hadits di atas :
  • Pertama, menghitung jumlah dan menghafal asmaul husna.
  • Kedua, memahami maknanya serta mengetahui apa yang dikehendaki olehnya.
  • Ketiga, berdoa menggunakan nama-nama indah Allah itu,

    sebagaimana anjuran Allah, Hanya milik Allah asmaul husna. Berdoalah kepada Allah dengan asmaul husna itu (Al-A‘râf: 180).

Apa saja manfaat mempelajari asmaul Husna ?

Mempelajari asmaul husna mempunyai banyak manfaat antara lain

- lebih mengenal Allah SWT
mendatangkan pahala
- membuat jiwa dan hati lebih tenang
- membuat dada jadi lebih lapang
- diakhirat mendapatkan surga firdaus
- diakherat bisa melihat wajah Allah
- mendapatkan ridhonya di akherat
- selamat dari murka dan siksanya di akherat


Sayangnya banyak umat islam yang mengabaikan 99 nama asmaul husna karena malas,meremehkan, tidak menyediakan waktu untuk menghapal atau tidak tahu dalil pentingnya mempelajari asmaul husna.

Di bawah ini 99 Nama Asmaul Husna :

  1. Ar Rahman - Yang Maha Pengasih
  2. Ar Rahiim - Yang Maha Penyayang
  3. Al Malik - Yang Maha Merajai/Memerintah
  4. Al Quddus - Yang Maha Suci
  5. As Salaam - Yang Maha Memberi Kesejahteraan
  6. Al Mu`min - Yang Maha Memberi Keamanan
  7. Al Muhaimin - Yang Maha Pemelihara
  8. Al `Aziiz - Yang Maha Berkuasa
  9. Al Jabbar - Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
  10. Al Mutakab - Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
  11. Al Khaliq - Yang Maha Pencipta
  12. Al Baar - Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan))
  13. Al Mushawwir - Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
  14. Al Ghaffaar - Yang Maha Pengampun
  15. Al Qahhaar - Yang Maha Perkasa
  16. Al Wahhaab - Yang Maha Pemberi Karunia
  17. Ar Razzaaq - Yang Maha Pemberi Rezeki)
  18. Al Fattaah - Yang Maha Pembuka Rahmat)
  19. Al `Aliim - Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu))
  20. Al Qaabidh - (Yang Maha Menyempitkan (makhluk-Nya))
  21. Al Baasith - Yang Maha Melapangkan (makhluk-Nya))
  22. Al Khaafidh - Yang Maha Merendahkan (makhluk-Nya))
  23. Ar Raafi` - Yang Maha Meninggikan (makhluk-Nya))
  24. Al Mu`izz - Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya)
  25. Al Mudzil - Yang Maha Menghinakan (makhluk-Nya)
  26. Al Samii` - Yang Maha Mendengar
  27. Al Bashiir - Yang Maha Melihat
  28. Al Hakam - Yang Maha Menetapkan
  29. Al `Adl - Yang Maha Adil
  30. Al Lathiif - Yang Maha Lembut
  31. Al Khabiir - Yang Maha Mengenal
  32. Al Haliim - Yang Maha Penyantun
  33. Al `Azhiim - Yang Maha Agung
  34. Al Ghafuur - Yang Maha Pengampun
  35. As Syakuur - Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
  36. Al `Aliy - Yang Maha Tinggi
  37. Al Kabiir - Yang Maha Besar
  38. al Hafizh - Yang Maha Memelihara
  39. Al Muqiit - Yang Maha Pemberi Kecukupan
  40. Al Hasiib - Yang Maha Membuat Perhitungan
  41. Al Jaliil - Yang Maha Mulia
  42. Al Kariim - Yang Maha Mulia
  43. Ar Raqiib - Yang Maha Mengawasi
  44. Al Mujiib - Yang Maha Mengabulkan
  45. Al Waas` - Yang Maha Luas
  46. Al Hakiim - Yang Maha Maka Bijaksana
  47. Al Waduud - Yang Maha Mengasihi
  48. Al Majiid - Yang Maha Mulia
  49. Al Baa`its - Yang Maha Membangkitkan
  50. As Syahiid - Yang Maha Menyaksikan
  51. Al Haqq - Yang Maha Benar
  52. Al Wakiil - Yang Maha Memelihara
  53. Al Qawiyyu - Yang Maha Kuat
  54. Al Matiin - Yang Maha Kokoh
  55. Al Waliyy - Yang Maha Melindungi
  56. Al Hamiid - Yang Maha Terpuji
  57. Al Muhshii - Yang Maha Mengkalkulasi
  58. Al Mubdi` - Yang Maha Memulai
  59. Al Mu`iid - Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
  60. Al Muhyii - Yang Maha Menghidupkan
  61. Al Mumiitu - Yang Maha Mematikan
  62. Al Hayyu - Yang Maha Hidup
  63. Al Qayyuum - Yang Maha Mandiri
  64. Al Waajid - Yang Maha Penemu
  65. Al Maajid - Yang Maha Mulia
  66. Al Wahiid - Yang Maha Tunggal
  67. Al Ahad - Yang Maha Esa
  68. As Shamad - Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
  69. Al Qaadir - Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
  70. Al Muqtadir - Yang Maha Berkuasa
  71. Al Muqaddim - Yang Maha Mendahulukan
  72. Al Mu`akkhir - Yang Maha Mengakhirkan
  73. Al Awwal - Yang Maha Awal
  74. Al Aakhir - Yang Maha Akhir
  75. Az Zhaahir - Yang Maha Nyata
  76. Al Baathin - Yang Maha Ghaib
  77. Al Waali - Yang Maha Memerintah
  78. Al Muta`aalii - Yang Maha Tinggi
  79. Al Barri - Yang Maha Penderma
  80. At Tawwaab - Yang Maha Penerima Tobat
  81. Al Muntaqim - Yang Maha Pemberi Balasan
  82. Al Afuww -  Yang Maha Pemaaf
  83. Ar Ra`uuf - Maha Pengasuh
  84. Malikul Mulk مالك الملك Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
  85. Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
  86. Al Muqsith المقسط Yang Maha Pemberi Keadilan
  87. Al Jamii` الجامع Yang Maha Mengumpulkan
  88. Al Ghaniyy الغنى Yang Maha Kaya
  89. Al Mughnii المغنى Yang Maha Pemberi Kekayaan
  90. Al Maani المانع Yang Maha Mencegah
  91. Ad Dhaar الضار Yang Maha Penimpa Kemudharatan
  92. An Nafii` النافع Yang Maha Memberi Manfaat
  93. An Nuur النور Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
  94. Al Haadii الهادئ Yang Maha Pemberi Petunjuk
  95. Al Baadii البديع Yang Indah Tidak Mempunyai Banding
  96. Al Baaqii الباقي Yang Maha Kekal
  97. Al Waarits الوارث Yang Maha Pewaris
  98. Ar Rasyiid الرشيد Yang Maha Pandai
  99. As Shabuur الصبور Yang Maha Sabar
Baca Juga
Website website untuk belajar ilmu agama di Internet

Wednesday, April 5, 2017

apa itu tauhid atau akidah

Apa itu tauhid atau akidah ?
Oleh : Kurnia TQN

Ilmu Tauhid  atau Ilmu Akidah adalah ilmu meyakinkan bahwa Allah itu Esa dan tiada tuhan selain Allah SWT.  Disiplin ilmu tauhid atau ilmu akidah dikenal dengan ilmu Ushuluddin.Dari 3 rukun yaitu rukun iman, islam dan ihsan maka tauhid ini termasuk dalam rukun Iman.

Rukun Iman ini terdiri dari 6 rukun yaitu :

1. Iman kepada Allah

Baca : 99 Nama Asmaul Husna

2. Iman kepada para Nabi/Rasul Allah
3. Iman kepada Kitab Suci Allah
4. Iman kepada Malaikat Allah
5. Iman kepada Hari Akhir
6. Iman kepada Qadla/Qadar Allah

Untuk mempelajari ilmu tauhid ini kita menggunakan dalil naqli dan dan dalil aqli. Dalil naqli ialah dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Sedangkan  dalil Aqli ialah dalil yang berdasarkan dari pikiran yang sehat.

Ada beberapa paham di dalam ilmu tauhid ini : 

1. Paham Mu’tazilah

Paham ini hanya mengandalkan akal (Dalil Aqli) sehingga pemahaman tauhidnya menjadi sesat

2. Paham  Ahlul Atsar

Paham ini hanya berpegangan kepada Al Quran dan Sunah (Dalil naqli) dan mereka tidak berani menafsirkan Al-Quran menurut akal terutama ayat-ayat  Al-Mutasyabihaat mereka menyerahkan maknanya kepada Allah SWT. Paham ini juga termasuk tauhid yang tidak sempurna dan bisa menyesatkan.

Dari golongan ini lahirlah seorang Imam yang bernama Muhammad bin Abdul Wahab. Beliau dilahirkan di Nejed tahun1703 M. Kita mengenalnya dengan paham WAHABI.

3. Paham Aswaja (Ahlusunnah wal Jama’ah)

Paham Aswaja mendahulukan  dalil naqli dari pada dalil aqli. Madzhab Ahlusunnah wal Jama’ah mendahulukan atau mengutamakan dalil naqli dari pada dalil aqli. Jika akal manusia diibaratkan mata, maka dalil naqli diibaratkan pelita. Agar mata kita tidak tersesat, maka pelita kita letakkan di depan kemudian mata mengikuti pelita. Akal manusia mengikut

Untuk dalil Aqli kita mengenalnya sebagai ijma atau Qiyas Ulama. Paham Aswaja ini adalah paham tauhid yang benar.

Umat Islam dengan paham Aswaja di Indonesia untuk Ilmu Tauhid bersumber kepada 2 ulama yaitu :

1. Al-Imam Abdul Hasan Al-Asy’ari
2. Abu Manshur Al-Maturidi

Siapakah Al-Imam Abdul Hasan Al-Asy’ari ?

Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dilahirkan di Bashrah pada tahun 260 H dan wafat tahun 324 H. Beliau belajar kepada ulama’ Mu’tazilah, di antaranya Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab Al-Jabal. Karena pada masa itu Mu’tazilah merupakan madzhab pemerintah pada zaman khalifah Abbasiyah; khalifah Al-Ma’mun bin Harun Al-Rasyid al-Mu’tashim dan Al-Watsiq, dan beliau termasuk pengikut setia madzhab mu’tazilah.

Setelah beliau banyak melihat kekeliruan faham Mu’tazilah maka beliau menyatakan keluar dari Mu’tazilah di depan khalayak ramai dengan tegas, bahkan akhirnya beliau menolak pendapat-pendapat Mu’tazilah dengan dalil-dalil yang tegas

Siapakah Imam Abu Manshur Al-Maturidi ?

Imam Abu Manshur al-Maturidi dijuluki sebagai Imam al-Huda, meninggal  pada tahun 333 H di Samarkand. Sebagai ulama dari kalangan Hanafiyyah yang mengangkat biografinya adalah Imam Majduddin Abu al Nada Isma’il in Ibrahim al-Hanafi dalam kitab al-Ansor. Dan berhasil melahirkan karya yang fenomenal yaitu, kitab al-tauhid, kitab takwilat Al-Qur’an kitab Maqolat.

Baca Juga
- Website website untuk belajar ilmu agama di Internet